Pagi ini gue terbangun lebih cepat dari biasanya. Jam 04.00 subuh dan gak bisa tidur lagi, selesai mengucapkan syukur pada yang pencipta gue merenung selama beberapa jam. Tidak banyak yang gue renungin, hanya tiga hal. Yang pertama kapan gue lulus? Yang kedua mau jadi apa gue setelah lulus? Yang ketiga apa yang sebenernya gue rasain sekarang? Dari ketiga renungan tadi gue stuck di pertanyaan terakhir, karena gue gak ngerti sama apa yang gue rasain belakangan ini. Terlalu banyak hal-hal yang terjadi dalam waktu singkat. Semua nya berubah, gue tau terjadi perubahan dalam kehidupan itu wajar dan pasti terjadi baik sama diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Tapi apa hal itu biasa nya terjadi secara bersamaan sekaligus? Banyak banget pertanyaan yang lewat dipikiran dan belum ada yang terjawab satupun. Tiba-tiba handphone gue berdering ternyata nyokap telpon. Emang yang namanya orang tua paling paham dan tau kalau anak nya lagi gundah gulana. Nasehat demi nasehat membuat gue semangat buat jalanin hari ini, ya hari ini sampai hari ini saja dulu. Besok dan besok nya lagi biar jadi misteri. Karena hidup adalah sandiwara dengan alur cerita kita masing-masing. Semua alur ceritanya telah dipersiapkan kan di setujui saat kita masih dalam kandungan ibu. Tugas kita memerankan peran nya dengan baik dan benar. me-review cerita nya agar tidak melewatkan satupun bagian dari cerita itu. Karena kehilangan satu bagian saja berarti kita melewatkan pengalaman yang sangat berharga dalam hidup. Iya hidup itu panggung sandiwara dan gue adalah pelakon panggung sandiwara itu sendiri.
Comments
Post a Comment